1. Puncak tertinggi di Korea Selatan
Gunung
api Hallasan yang sedang tidur mencapai ketinggian 1950 meter di atas
permukaan laut, tapi Anda bisa mendakinya dan turun lagi dalam sehari
jika berangkat pagi. Hindari awan hujan di musim panas dan datanglah
pada musim semi saat
azalea berbunga, atau saat warna-warna musim gugur muncul atau malah musim dingin untuk melihat salju.
Hallasan
adalah cagar biosfer UNESCO. Di dalamnya terdapat danau kawah,
tanaman pegunungan, burung pematuk, bajing, kupu-kupu dan serangga.
Banyak klub pecinta alam secara reguler mendaki jalur-jalur di sini
dan melihat 368 gunung api parasit.
2. Tuba lava
Satu
lagi taman geologi UNESCO, Gua Manjang (Manjang Cave) memiliki
panjang 8 kilometer dan Anda bisa berjalan sedalam 1 kilometer melihat
terowongannya yang menyeramkan.
Terbentuk dari lahar yang
mendingin, gua ini gelap, dingin, kadang sempit dan licin karena air.
Di pojok-pojoknya terdapat kelelawar. Ini jelas bukan tempat bagi Anda
yang takut ruang sempit.
Gunakan bus dari Terminal Bus Antarkota
Jeju menuju Jocheon (local road 1132) dan turun di Pintu Masuk
Manjanggul; dari sana ambil bus shuttle atau jalan kaki 20 menit.
3. Patung kakek
Jeju
sangat bangga dengan angin, batu dan perempuan-perempuan mereka.
Bebatuan di sini unik karena terbentuk dari muntahan lahar. Sekitar 90%
dari permukaan batunya adalah jenis
basalt.
Tembok batu
ini melindungi lapangan terbuka dari badai. Sekitar tahun 1750, untuk
menakut-nakuti para penyerang, tukang batu mulai memahat “patung
kakek” (
dolharubang) yang menyeramkan. Patung ini berbentuk
phallus yang mirip dengan patung-patung di Easter Island.
Ada
45 patung yang masih berdiri — tapi jangan tertiru dengan yang
replika. Batu-batu ini adalah simbol budaya kuno yang unik tentang
dewa-dewa dan legenda rakyat.
Tengok patung-patungnya di sekeliling pulau dan cari tahu lebih lanjut di Jeju Stone Park.
4. Perempuan penyelam
Pada
zaman ketika para pria Jeju menghilang selama berminggu-minggu di
kapal nelayan mereka, harus ada yang tetap tinggal dan mengangkuti
batu supaya makanan tersedia di rumah.
Karena padi tak mau
tumbuh di pulau yang keras dan berangin ini, perempuan pun belajar
menyelam untuk mencari gurita, abalone, kerang, cumi dan rumput laut.
Kini, para perempuan laut perkasa ini (
haenyo) bisa menyelam 10-20 meter tanpa alat bantu, dan menjadi terkenal seantero Korea Selatan.
Rata-rata
haenyo
ini berusia 65 tahun. Beberapa orang masih menyelam hingga usia 80
tahun dengan pakaian selam. Anda bisa melihat mereka bekerja di
seluruh pulau termasuk Pantai Jungmun, Seogwipo.
Haenyeo Museum.
3204 Hado-ri, Gujwa-eup, Jeju. Tel. +82 64 710 7779. Dari Terminal Bus
Ekspres Jeju, ambil bus rute 1132 menuju Saehwa atau Seongsan dan
turun di Menara Peringatan Anti-Jepang Jeju Haenyeo (60 menit).
5. Pantai-pantai indah
Pantai
Jungmun: Sapuan pemandangan pasir, laut biru dan tanaman hijau
merambat. Letaknya tepat di belakang kolam renang ala Vegas yang
terdapat di kompleks mega-hotel Lotte World. Ia dilengkapi dengan
tebing palsu, perahu kayuh berbentuk angsa dan kincir angin Belanda.
Kecuali
ketika musim panas, pantai indah ini kosong. Pantai-pantai lain yang
bisa dinikmati untuk berenang atau berselancar adalah Teluk Emerald,
Gwakiji, Hamdoek, dan Shinyang.
Pantai Jungmun, Seogwipo, terletak di selatan, sekitar satu jam dari Kota Jeju.
Gmn???Uda ada yg pernah kepulau Jeju disini?????Pengen kah???sama admin juga pengen hahahhah ^^
Credit: wisatafoto.wordpress.com, nyatanyafaktablogspot.com, dan korean celebrity info on facebook